Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perwakilan Konjen AS Pun Ingin Tahu KWPSI



Perwakilan Konjen AS Pun Ingin Tahu KWPSI

KELAHIRAN Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) yang dideklarasikan di Banda Aceh, Kamis (13/12/2012) lalu, menarik perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya di dalam negeri, keberadaan KWPSI juga memiliki daya tarik tersendiri bagi sejumlah pihak di luar negeri. 

Hal ini setidaknya dibuktikan dengan sejumlah pertemuan antara para aktivis KWPI dengan berbagai pihak dari luar negeri. Salah satunya adalah pertemuan dengan para diplomat Amerika Serikat di Medan dan Jakarta. 

Sekretaris Jendral KWPSI, Muhammad Saman, kepada Suara Darussalam baru-baru ini mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah dua kali mendapatkan undangan untuk bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat di Indonesia. 

“Kedua pertemuan itu berlangsung di Banda Aceh. Pertama pada awal 2013 di 3 in 1 Cafe, Jalan TP Nyak Makam, dan kedua di sekretariat sementara KWPSI, di Rumoh Aceh, Jeulingke, tanggal 4 September 2013,” ujarnya. 

Untuk pertemuan kedua yang berlangsung di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, para diplomat AS dimaksud adalah, Deputy Konsul Amerika Serikat di Medan, Trevor R. Olson, dan utusan dari Kedubes AS di Jakarta, Matthew McCandless. Keduanya didampingi oleh staf bidang politik-ekonomi Konjen AS di Medan, Rachma Jaurinata.

Sementara dari KWPSI hadir Sekretaris Jenderal KWPSI, Muhammad Saman, serta tiga pengurus, Misbahuddin, Teuku Zulkhairi, dan Zainal Arifin. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas tentang perkembangan terbaru di Aceh, terutama tentang pelaksanaan dan penerapan syariat Islam, serta terkait isu kebebasan pers.

Selain dengan KWPSI, dalam kunjungan kali ini, perwakilan Konjen AS juga melakukan pertemuan dengan unsur Pemerintah Aceh, ulama, tokoh masyarakat, dan aktifis LSM.

Muhammad Saman mengatakan, dua kali pertemuan dengan perwakilan negara Amerika Serikat ini menunjukkan pentingnya posisi KWPSI dalam perkembangan peradaban manusia, terutama umat Islam di Aceh, Indonesia, bahkan dunia. “Alhamdulillah, ini menunjukkan besarnya perhatian semua pihak terhadap keberadaan KWPSI yang usianya baru seumur jagung,” kata Saman. 

Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dibentuk oleh sejumlah wartawan lintas media yang merasa prihatin dengan buruknya image pihak luar terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Keberadaan KWPSI diharapkan dapat menjembatani para pihak terkait pelaksanaan syariat Islam di Aceh dengan masyarakat maupun media luar negeri.

Dengan kemampuan menulis dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat, serta landasan agama yang dimiliki, para aktivis KWPSI diharapkan dapat mendorong lahir qanun-qanun yang memperkuat aturan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, sehingga syariat Islam di Aceh dapat diimplementasikan secara kaffah. 

Adapun di antara kegiatan rutin yang dilaksanakan KWPSI dalam setahun terakhir ini, antara lain, pengajian dan diskusi rutin dengan menghadirkan para teungku dayah, akademisi, maupun pengambil kebijakan terkait pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Pengajian dan diskusi ini berlangsung setiap Rabu malam, di Rumoh Aceh Kopi Luwak Jeulingke. 

Selain itu, para aktivis KWPSI juga kerap mengisi materi pada berbagai seminar dan pelatihan peningkatan kapasitas para santri maupun teungku dayah. Dalam beberapa waktu terakhir, KWPSI sedang berupaya mendorong tumbuhnya perekonomian berbasis syariat, termasuk bank-bank syariah, di Provinsi Aceh.(Zubaidi)