Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Pemicunya Syari’at Islam


Turis asing di depan Mesjid Raya Baiturrahman. foto: Google
Data pada Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi Aceh hingga bulan September 2014 telah mencapai angka 18.633 orang atau mengalami peningkatan hingga 94,26 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 yang lalu.

“Kalau tahun lalu hingga Januari- September jumlah kunjungan hanya 9.592 orang, tahun ini sudah mencapai 18.633 orang, peningkatannya cukup drastis mencapai 94 persen lebih. Dengan banyaknya even-even akhir-akhir ini saya lihat kunjungan di akhir tahun bisa melampaui angka 100 persen lebih tinggi dari tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto.

Hermanto mencontohkan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu kedatangan pada bulan September mencapai 2.929 orang atau meningkat 53,06 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, “bahkan jumlah itu meningkat hingga 134,80 persen bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu”lanjutnya.

Hermanto memaparkan sejumlah alasan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke provinsi Aceh salah satunya adalah pelaksanaan syariat Islam. Menurutnya banyak masyarakat internasional yang tertarik dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh ”jadi pelaksanaan syariat Islam ini membuat orang penasaran ingin melihat seperti apa, jadi tidak benar kalau ada yang bilang syariat Islam menghambat wisatawan datang ke Aceh, disamping juga terkait dengan kondisi kemanan Aceh yang semakin baik, dan berita tentang Aceh diluar sana tidak lagi negatif”ujarnya.

Hermanto menyarankan kepada pemerintah untuk menyiapkan paket-paket wisata Muslim, menurutnya kesiapan Pemerintah Aceh dan upaya-upaya dari dinas terkait akan sangat membantu semakin membaiknya kondisi pariwisata Aceh, “Pemerintah Aceh perlu melakukan semacam survey bagi wisatawan terkait apa saja yang mau mereka kunjungi dan mereka lihat disini, lalu bagaimana dengan pelayanan yang mereka dapatkan, karena hal ini penting untuk kemudian mereka akan mengajak orang lain kembali ke Aceh”imbuhnya.

Hermanto menambahkan wisman terbanyak mengunjungi Aceh setiap tahunnya didominasi dari Malaysia. Pada bulan September lalu misalnya  jumlah wisman dari Malaysia ke Aceh mencapai 2.488 orang atau meningkat hingga 78,61 persen dibandingkan bulan lalu,

“Yang pertama kita dengan Malaysia ini serumpun kemudian rata-rata orang Malaysia yang ke Aceh itu adalah Muslim yang memang mencari daerah-daerah yang menawarkan wisata untuk orang Muslim, disamping juga akses antara Aceh dengan Malaysia semakin mudah”katanya.

Hermanto merincikan secara komulatif kunjungan wisman ke Aceh hingga September 2014 masing-masing dari Malaysia sebanyak 12.779 orang, Jerman 1.282 orang, Filipina 420 orang, Australia 389 orang dan Inggris 378 orang, “kemudian dari negara-negara lain seperti AS sebanyak 373 orang, Singapura 336 orang, Tiongkok 298 orang, Perancis 281 orang, Thailand 223 orang dan dari berbagai negara lainnya berjumlah 1.874 orang”lanjutnya.

Pada kesempatan itu Hermanto juga mengingatkan pemerintah Aceh terkait kemungkinan membludaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh pada akhir tahun, ia berharap pemerintah Aceh jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri untuk menyambut tamu-tamu dari berbagai negara didunia, “Kita maklumi bersama setiap akhir tahun banyak momen-momen di Aceh, terutama adalah peringatan 10 tahun tsunami yang jatuh pada 26 Desember 2014 nanti, momen ini menjadi salah satu faktor datangnya wisman ke Aceh”pungkasnya. Abi Qanita