Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Confession | I'tiraf | Pengakuan

 

Oleh Martunus

Sejauh ini ada tiga buku berjudul "Confession" yang telah saya baca. Milik Hempher, Mata-mata super Kerajaan Inggris yang berkontribusi melemahkan Ottoman jauh sebelum Lawrence of Arabia dan berkontribusi melatih Muhammad bin Abdul Wahab founder of Wahabisme. 

Kedua, Confession-nya Tolstoy, Sastrawan Rusia yang masyhur dengan karya Romannya Anna Karenina. Ketiga, Confession-nya John Perkins seorang agen Penghancur Ekonomi negara-negara dunia ketiga. 

Apa ciri khas ketiga Confession itu? Ketiganya menggambarkan secara ringkas dan menarik kehidupan masa kecilnya hingga sebelum menjadi "tokoh." Kedua, cara mereka bercerita sangat khas tulisan2 yang diangkat dari ingatan mereka yang mereka ikat dalam buku Diary mereka. 

Dalam The Malay Archipelago karya Alfred Brussel Wallace saya merasakan hal yang sama meskipun itu bukan buku Confession. Agaknya budaya menulis Diary harian bagi Bangsa Eropa mempengaruhi karya tulis mereka. 

Selanjutnya, dalam Confession sebagaimana judulnya, penulis mulai menyatakan penyesalan mereka terhadap kejahatan2 yang pernah mereka lakukan di masa lalu, mengakui kejahatan2 mereka dan membuka topeng malaikat yang menutupi wajah mereka. 

Di Confession-nya Tolstoy hal ini digambarkan lebih falsafi dan sastrawi ketimbang di Confession-nya Perkins dan Hempher.

Membaca Confession dari ketiga tokoh ini sangat asik seperti anak2 saat didongengi oleh orang-orang tua. Meskipun sesekali terbersit di hati, apa motif mereka membuat pengakuan di masa tua mereka setelah mereka melakukan kejahatan2. 

Apa ini budaya yang lazim bagi tokoh-tokoh barat? Atau jangan-jangan pengakuan ini hanyalah cara agar pembaca terjebak ke skenario yang lainnya dari server di peradaban mereka? 

Di dunia Islam, pengakuan juga pernah dilakukan oleh Sang Sufi Jenaka, Abu Nawas dengan karya magnum opusnya Al-I'tiraf. 

Meskipun hanya beberapa bait, Al-I'tiraf mampu menjelaskan ketulusan pengakuannya, keluguan keinginan, ketakutan sejati seorang hamba dan ma'rifat diri sebagai hamba yang lemah tak berdaya. 

Confession maupun I'tiraf adalah budaya baik menurut saya. Meskipun dosa2 terkait dengan manusia sulit diampuni. 

Namun membuka selubung malaikat serta menghinakan diri di hadapan manusia adalah tangga pertama dalam menggapai kemafaan. 

Selanjutnya tergantung si pemberi maaf. Jika hubungannya dengan Ar-Rahman, maka mudahlah urusannya. Namun jika dengan makhluk, maka sebaliknya. 

Confession juga menjadi ibrah bagi pembaca agar tidak terjatuh ke lubang para korban agen2 seperti Hempher dan John Perkins. 


Confession seharusnya mampu membuka mata manusia bahwa di luar sana ada jutaan agen2 yang sama seperti Hempher dan John Perkins sedang bekerja dalam senyap, berwajah manis, digelari dengan bermacam gelar kehormatan dan kemanusiaan namun sangat mematikan.

Posting Komentar untuk "Confession | I'tiraf | Pengakuan"