Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sikapi Wabah Virus Corona, Ust Masrul Ajak Masyarakat Jaga Jarak dengan Maksiat

Ustaz Masrul Aidi mengisi pengajian kwpsi. Foto: istimewa 

SuaraDarussalam.id - Da'i kondang Aceh, Ustadz Masrul Aidi menyeru masyarakat Aceh untuk menghindari bencana  termasuk wabah virus corona dengan cata menjaga jarak dengan maksiat. 

Hal ini disampaikan Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Kuta Baro Aceh Besar ini pada pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) yang kembali dilaksanakan pada Rabu malam (20/1) di Aula Seramoe Jurnalis Aceh, Kantor PWI Aceh.

Menurut ada Ustadz Masrul, ada sebagian orang menghindari bencana dan kemaksiatan dengan pola pola pikir di negeri. Kebanyakan masyarakat menganggap tidak ada kaitan antara bencana dan kemaksiatan. Padahal ini jelas, ada kaitan antara maksiat dan kebencanaan yang terjadi.

Selama ini, kata Ust Masrul, belum ada lembaga yang menyuruh menjaga jarak di tempat kemaksiatan. 

"Tugas saya hanya menyampaikan. Coba kita lihat kalau orang buat maksiat di pantai Ulee Lheue disuruh jaga jarak sehingga maksiat itu tidak akan terjadi," ungkapnya lahi.

Namun, kalau lihat saat ini sangat terbalik. Orang yang melakukan kebaikan dan melaksanakan salat di masjid dibuat jaga jarak meter malah lebih

Diceritakan, suatu hari, Rasul pernah menyuruh karantina bila terjadi wabah. Begitu juga kita dilarang masukdan keluar bila suatu daerah sedang ada wabah.

"Di Indonesia dan Aceh ketika wabah belum masuk ke negara kita tidak duluan dilarang. Namun setelah terjadi wabah baru dilakukan lockdown," paparnya.

Sambungnya, bagaimana penerbangan tidak ditutup namun di tutup setelah terjangkit wabah di negara kita. Mesjid ditutup duluan. Padahal masuk mesjid ambil wuduk. Masjid bisa jadi tempat evakuasi dan tempat singgah. 

"Dalam Islam dianjurkan kita untuk ikhtiar. Artinya usaha lebih baik di antara pilihan lain.
Ikhtiar agama kita tidak diterima dengan baik. Ada tindakan yang salah dari kita karena tidak melibatkan Allah setiap kejadian yang ada," kata Ust Masrul.

Sikapi Wabah Virus Corona menurut Islam adalah dengan Keimanan


Menyikapi wabah yang sedang berlangsung, Ust Masrul mengajak untuk kembali kepada Alquran sebagai jalan keluarnya. Sebagaimana ini, kata Ust Masrul disampaikan Rasulullah untuk memberikan peringatan. 

Ingatkanlah dengan berulang ulang karena mengingatkan berulang bermanfaat bagi orang Islam. Ini demi mengarahkan kita kepada hidayah.

Begitu juga yang mengikuti pengajian walaupun di pandemi covid19,  para kuli tinta. Termasuk para ulama yang menulis ilmu.

"Kita berjuang dengan kapasitas yang tinggi dan kemampuan yang dimiliki. Beberapa tahun saya diundang di BPBA, ikut diskusi tentang bencana. Banyak yang lain bicara fisik dalam menanggapi bencana di Aceh. Ketika saya diberi kesempatan lalu saya menyampaikan tentang SOP kebencanaan dengan mencari keridhaan dan mengurangi kemaksiatan," ujarnya.

Pertanyaannya apakah ada kematian yang ada itu tidak diketahui oleh Allah itu tidak mungkin. Bunga saja yang jatuh diketahui Allah.

Kalau kata bunuh sudah pasti membunuhmu. Ini lah pemahaman yang beda. Seperti iklan :rokok membunuhmu". Kadang di salah pahami yang merokok tidak mematikan. Pada hal jelas ditulis membunuhmu.

Lanjutnya lagi, Salat di rumah karena pandemi ada yang disalahkan dan dianggap tidak sah inilah karena pemahaman untuk disampaikan secar komprehensif kepada masyarakat.

"Menguap saja dianjurkan untuk tutup mulut. Sekarang mau tutup dengan tangan dan ditutup dengan siku. Ketika ditutup siku dianggap bisa menular dan sekarang dibolehkan dengan kepala tangan untuk salaman," jelasnya lagi.

Sekarang harus jaga jarak, kadang dengan isteri kita terpaksa jaga jarak. Sekarang kalau kita lihat bisa hilang akal sehat dan aqidah selama pandemi vovid19.

Tradisi sedekah bila di terapkan oleh masyarakat, terutama makanan itu dibagi bagikan. Sehingga makanan selalu ada masyarakat dengan adanya sedekah makanan.

"Tahap vaksinasi sudah memfatwakan halal tidak ada masalah. Tingkat masyarakat jangan takut namun masih sedih karena ini masih ada pejabat yang mengeluarkan stateman tidak mau divaksin," tegasnya.

Ia menilai kepercayaan sudah kurang terhadap pemerintah. Sehingga masyarakat tidak mau mengikuti apa yang disampaikan dan dijalani oleh pemimpin.

Nabi tidak akan mengunjungi orang yang sakit apabila sudah lebih tiga hari. Hal ini untuk membuat si pasien bisa istirahat apalagi baru pulang dari rumah sakit.

"Pemerintah bagaimana harus patuh kepada ulama. Sehingga masyarakat juga akan patuh. Kalau ada kritikan kepada pemerintah bukan karena benci akan tetapi memberikan masukan dan balasan yang baik dari Allah," ujarnya.

Ditambahkan Ust Masrul, kebatilan tidak akan menang kecuali diamnya orang orang baik. Demikian Ustadz Masrul.

Kita berharap kiranya seruan membendung virus corona bukan hanya dengan cara menjaga jarak, cuci tangan dan sebagainya sebagaimana yang kita dengar selama ini, tapi juga bagaimana menjaga jarak dari maksiat juga sebagaimana yang disampaikan Ustadz Masrul di atas. 

Posting Komentar untuk "Sikapi Wabah Virus Corona, Ust Masrul Ajak Masyarakat Jaga Jarak dengan Maksiat"