Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pada Penutupan TOT Kader HUDA Banda Aceh, Tu Sop : Kita Pilih Menjadi Bangsa yang Merencanakan atau Direncanakan

Penutupan acara TOT Kader Dakwah HUDA 


Banda Aceh - Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Kota Banda Aceh melaksanakan Training of Trainer (TOT) bagi pemuda kader dakwah di sekretariat PW HUDA Kota Banda Aceh selama dua hari yaitu pada tanggal 22 s.d 23 maret 2021. Tema yang diangkat yaitu Merambah Jalan Baru Dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah".

Training yang diikuti 38 pemuda ini diisi oleh Lailan Fajri Saidina Headmaster dari Lembaga Tanda Seru Indonesia, pemateri selanjutnya yaitu para trainer dari HUDA yaitu Tgk Saifuddin,S.Pd, Tgk. Bahri Ismail, S.Sos dan Tgk. Zulkarnaini Isba, S.Sos.

Adapun materi yang disampaikan pada training tersebut antara lain berkaitan dengan bagaimana cara menjadi fasilitator dalam sebuah training dan manajemen dakwah di era 4.0.

Wakil Ketua 1 PW HUDA Banda Aceh, Tgk Jamaluddin Thaib mengatakan bahwa kegiatan training ini bertujuan untuk membentuk trainer-trainer yang akan mentraining pemuda-pemuda gampong khususnya dikawasan Banda Aceh.

"Tujuan pelaksanakan kegiatan TOT antara lain yaitu untuk membumingkan syiar dakwah Islam dan melatih kader kader muda agar mereka tetap di jalan dakwah sekalipun kondisi dan tantangan semakin sulit. Di samping juga sebagai wujud dari kepedulian Huda terhadap generasi Islam," ujar Tgk Jamaluddin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar HUDA Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb saat menutup acara TOT mengatakan bahwa TOT ini bertujuan untuk mencari solusi-solusi bagi persoalan yang sedang kita hadapi dan yang akan kita hadapi.

Tu Sop mengatakan bahwa kita ingin ke depan terbangun pemikiran bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Bahwa banyak persoalan yang muncul umumnya dimulai dari cara berfikir.

"Kesalahan cara berfikir menyebabkan hilangnya kekompokan-kekompakan dalam perjuangan untuk Islam. Dua hari TOT ini memang tidak cukup untuk memahami Islam. Jadi TOT ini adalah upaya untuk menyamakan frekuensi,"ujar Tu Sop.

Tu Sop juga mengatakan bahwa kita risih ketika karena sebab beda kelompok dan identitas lalu muncul konflik. Konflik itu sering terjadi karena jarang silaturahmi pemikiran.

Setelah itu, Tu Sop menyampaikan bahwa kita ingin ke depan menjadi orang yang merencanakan masa depan kita sendiri. Bukan direncanakan orang lain.

"Di dunia ini ada manusia yang merencanakan dan ada yang direncanakan. Ada bangsa yang direncanakan dan ada yang merencanakan. Jadi kita pilih berposisi sebagai perencana atau yang direncanakan,"tambah Tu Sop lagi.

Namun, Tu Sop mengingatkan bahwa umat Islam masa lalu adalah umat Islam yang merencanakan bukan direncanakan.

Lalu, lanjut Tu Sop, apa rencana kita sebagai muslim. Tugas kita yang pertama sekali adalah merencanakan keselamatan diri dan keluarga kita di dunia dan akhirat sebagaimana Allah mengingatkan kita untuk "quu anfusakum wa ahlikum naara", yaitu peliharalah dirimu dan keluargaku dari api neraka.

Selanjutnya rencana kita sebagai muslim adalah sebagaimana Allah katakan dalam Alquran, yaitu "Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnas ta'muruuna bil ma'ruf wa tanhauna 'anil mungkar...", artinya bahwa kita (umat Islam) adalah sebaik-baiknya ummat yang dilahirkan untuk manusia yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah. Menurut Tu Sop, itulah perencanaan kita paling penting yang harus kita buat dan kita perkuat dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, kata Tu Sop, dengan TOT ini yang penting adalah kita terbangun kesepahaman dulu, apakah keadaan hari ini sudah ideal atau belum.

Sebagai contoh, tambah Tu Sop, hari ini kita gaungkan kebangkitan Islam tapi di lapangan ternyata banyak yang tidak paham fardhu 'ain. Jadi kita harus melihat persoalan ummat ini secara lebih dekat.

Setelah itu, tambah Tu Sop lagi, kita ingin umat ini bangkit agar seperti air bah yang tidak akan mampu dibendung. Setelah kita mampu hadir memberikan solusi ke tengah-tengah ummat. Oleh sebab itu, kata Tu Sop, kita harus berfikir bagaimana agar peradaban Islam yang telah dibangun di masa lalu dapat kita selamatkan.

"Dengan TOT selama dua hari ini kita ingin uji militansi kita semua. Agar kita semua teruji. TOT ini ibaratnya menyediakan pasukan yang siap diuji, " pungkas Tu Sop.

Posting Komentar untuk "Pada Penutupan TOT Kader HUDA Banda Aceh, Tu Sop : Kita Pilih Menjadi Bangsa yang Merencanakan atau Direncanakan"