Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Innalillahi..Kepergian Prof Farid Wajdi Ibrahim, Kami Bersaksi Beliau Sosok Penuh Kebaikan



Innalilahi wainna ilaihi raaji'uun :

Kepergian Prof Farid Wajdi Ibrahim, Duka Mendalam bagi Aceh


KEPERGIAN PROF FARID, DUKA MENYELIMUTI ACEH 😭😭

Sesak dada mendengar kabar ini. Kabar kepergian guru kami, Prof. Farid Wajdi Ibrahim dari dunia yang fana ini.

Beliau bukan sekedar seorang intelektual dan tokoh Aceh, tapi juga teladan bagi kami dan kita semua. 

Prof. Farid adalah sosok yang istiqamah shalat berjama'ah di masjid. 

Ketika beliau sbg rektor UIN Ar-Raniry, beliau selalu menekankan para dosen untuk berhenti mengajar jk azan sudah berkumandang. Dan beliau selalu paling awal ke masjid.

Beliau selalu berkata di atas garis. Selalu mudah dihubungi. Kami bersaksi bahwa beliau juga selalu memudahkan urusan lain. 

Ya Rabb... kami bersaksi bahwa almarhum adalah seorang yang hidupnya penuh kebaikan. Ya Allah.. ampunilah guru kami ini, tempatkanlah ia dalam syurgaMu ya Rabb... 

-----------‐------

Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, MA, barusan di RSUD Meuraxa. Mohon dibukakan pintu maaf dan di doakan agar almarhum mendapatkan tempat yg mulia. Semoga klrg diberikan kesabaran. Aamiin (WA ini diterima sekitar jam 15.20 WIB).

Tulisan Tahun 2017 tentang Prof Farid

https://www.jalanpertengahan.com/2017/04/prof-dr-farid-wajdi-ibrahim-tokoh.html?m=0


Setelah lima bulan saya pindah kerja ke UIN Ar-Raniry, saya semakin paham bahwa sosok ini adalah luar biasa. Salah satunya, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim adalah salah satu guru besar yg tdk pernah meninggalkan shalat berjama'ah di masjid.

Jika diminta utk menilai, saya akan katakan bahwa ia adalah "sosok revolusioner yg penuh keteladanan".

Keteladanan sbg pribadi, dan revolusioner dlm tindakan dan gagasan.

Terkadang jk berceramah beliau sedikit "kasar", tp di sisi lain begitu banyak ceramahnya yg konstruktif, solutif, dan begitu membara mewakili semangat kita sebagai generasi muda.

Salah satu ceramah beliau paling monumental adalah saat berbicara pd pengajian Tauhid Tasawuf di Dayah Tgk Syukri Pango. Pada saat ini saya seperti menerima sebuah peta jalan rekonsiliasi tasawuf dan dunia modern dg segudang bahasan fiqhnya. 

Setelah mendengar ceramah pada waktu itu, saya simpulkan bahwa Aceh butuh sosok dengan pikiran "wasathiyah" seperti ini di tengah berbagai problematika kontemporer yg dihadapi Aceh.

Pada kesempatan lain, ceramahnya di acara silaturahmi alumnus UIN dan Unsyiah yg membahas pentingnya aspek keteladanan dlm membangun peradaban Islam, sy menyimpulkan bahwa ini adalah pidatonya seorang aktivis gerakan Islam.

Begitu jg ceramahnya di Masjid Al Makmur beberapa waktu lalu yg dimana beliau ikut menyentil problematika bangsa Indonesia dlm kasus Ahok.

Tak ada yg disembunyikan. Saat tokoh-tokoh nasional dihinggapi rasa takut mengkritisi Ahok, tp sosok ini mengkritisinya dengan cara dan bahasa yang sangat membanggakan serta mewakili sepenuhnya semangat kita kaum muda.

Pada waktu lain, saat menyerahkan Sk kpd dosen PNS, sosok ini mengingatkan berkali2 agar tdk blh ada siapapun yg menyulitkan urusan org lain disini. 

Tidak boleh ada seorang dosen pun yang menyulitkan mahasiswanya, karena menurut beliau apalah artinya kita para dosen jika tanpa mahasiswa. Begitulah sosok ini memahami posisinya sebagai "pelayan" bagi ummat, dalam hal ini adalah mahasiswanya.

Dan hari ini, dg hati yg lapang beliau menuju sekber wartawan meminta maaf atas kekhilafan yg tak sengaja dibuat org lain. Dan banyak cerita lain yg menurut sy cukup penting kita catat dan kita sampaikan kpd masyarakat.

Demikian lah, sy tulis ini krn sy berbahagia menjumpai org2 baik di dunia ini, dlm perjalanan kita menuju kehidupan akhirat yg abadi.

By Teuku Zulkhairi 

Murid Prof Farid...


1 komentar untuk "Innalillahi..Kepergian Prof Farid Wajdi Ibrahim, Kami Bersaksi Beliau Sosok Penuh Kebaikan "