Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tantangan Saat Para Ulama Harus Melakukan Perbaikan Paradigma Politik

Foto: diskusi di Lembaga Pelita Al Fusalam. Lr Mesjid desa lamgugop Syiah Kuala Banda Aceh. Pembina Dr Nurkhalis Muchtar Lc, MA


By Teuku Zulkhairi


Ajaran Islam jelas meliputi semua urusan manusia. Pendidikan, sosial budaya, ekonomi, politik dan seterusnya. Semua sendi kehidupan itu ada aturannya dalam Islam.

Sebagai pewaris para Nabi, sudah seidealnya para ulama memastikan agar Islam hadir dalam semua sendi kehidupan. Tapi hal paling berat adalah tatkala para ulama kita berbicara tentang perbaikan paradigma politik. Banyak yang tidak suka.

Ini berbeda dg ketika para ulama menyerukan pada perbaikan sistem pendidikan, ekonomi maupun sosial budaya. Kenapa sebagian orang tidak suka melihat para ulama menyerukan perlunya perbaikan paradigma politik agar sejalan dengan nilai-nilai Islam?

Itu karena paradigma Snouck Hugronje sang antek-antek penjajah Belanda masih mempengaruhi jalan pikiran kita dan terus dirawat agar dapat terus menerus membuat umat Islam tertinggal dari para penjajah.

Kita sering mendengar seruan-seruan agar mimbar jumat dijauhkan dari berbicara perbaikan paradigma politik.  Sering kita dibodohi bahwa ulama dan atau bahkan kaum agamawan diharapkan tidak ikut campur dalam urusan perbaikan.

Coba anda fikirkan, apakah Islam itu tidak mengatur urusan politik? Apakah anda berfikir Islam agama yang sempit yng tidak mengatur urusan politik?

Oh tidak. Politik bukan wilayah yang bebas Islam. Jika anda muslim, anda akan paham kenapa ulama harus ikut terlibat memperbaiki paradigma politik. Tidak lain, tujuannya adalah agar praktik politik sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Oleh sebab itu, jika kita masih enggan melihat kehadiran para ulama utk menyeru kepada perbaikan paradigma politik maka yakinlah bahwa itu bukan asli anda. Itu pikiran Snouck yang telah menghancurkan peradaban agung kita dahulu.

Saya pribadi, melihat bahwa di Aceh program vaksinasi baru mulai lebih kuat setelah terlibatnya para ulama untuk menyeru ummat, maka saya yakin bahwa perbaikan paradigma politik juga akan sukses dengan terjunnya para ulama ke arena perbaikan.

Sudah saatnya Syari'at Islam di Aceh berjalan secara kaffah. Dengan upaya ini, kita berharap Allah memberkahi negeri ini dan saat dipanggilNya kita bisa pulang kehadhiratNya dengan jiwa yang tenang karena memperoleh keridhaanNya. Insya Allah.

Posting Komentar untuk "Tantangan Saat Para Ulama Harus Melakukan Perbaikan Paradigma Politik"