Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ayoo Kembali kepada Alquran dan Sunnah, Sebuah Jargon Pertanda Dangkalnya Ilmu Agama

KH Luthfi Bashori


JARGON: "AYOO KEMBALI KEPADA ALQURAN & HADITS SHAHIH SAJA !" PERTANDA DANGKAL ILMU AGAMANYA

Oleh KH Luthfi Baahori

Jargon di atas ini, sangat sering didapati pada kolom komentar di medsos, terutama di kalangan pengikut Wahhabi Salafi, apalagi saat mengomentari ajaran dan amalan warga Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Jargon ini, tampak secara dhahir kayaknya benar, tapi jika diteliti dengan seksama dan menggunakan kaedah Syariat, maka termasuk:


 كلمة حق اريد بها الباطل


Kalimat yang benar namun disalahgunakan untuk kebathilan.

Kalimat ini banyak bertentangan dengan pendapat para ulama Salaf, yang mana menurut para ulama itu, madaarul ilmi (mayoritas ilmu agama) ini justru berlandaskan hadits Hasan. Karena keberadaan Hadits Shahih itu terbatas.


فقال الخطابي: هو ما عرف مَخْرَجُه واشتهر رجاله، قال: وعليه مدار أكثر الحديث، وهو الذي يقبله أكثر العلماء، ويستعمله عامة الفقهاء.


Imam Alkhatthabi mengatakan: "Hadits Hasan itu telah diketahui sumbernya, dan para perawinya sangat terkenal". 

Beliau juga mengatakan: "Justru dalam derajat (Hasan) ini kebanyak hadits (yg telah dibukukan), dan (Hadits Hasan) ini yang paling banyak diterima oleh para ulama (secara umum), dan diamalkan oleh mayoritas para ulama ahli fiqih."

Jika ada orang yang menolak pengambilan dalil, untuk suatu amalan ibadah dengan menggunakan Hadits Hasan, yaitu hadits yang derajatnya sedikit di bawah Hadits Shahih, maka sama halnya ia mengingkari mayoritas ajaran Syariat Islam yang telah disusun dan dirapikan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang bersumber dari Alquran dan Hadits itu sendiri.

Jadi jargon 'Hanya kembali kepada Alquran dan Hadits Shahih' saja, tidak akan terlontarkan kecuali dari kalangan orang yang bodoh terhadap ajaran Syariat, atau dari kelompok yang sengaja akan menghancurkan Islam dari dalam. [Dikutip dari Akun Facebook KH Luthfi Bashori]

Posting Komentar untuk "Ayoo Kembali kepada Alquran dan Sunnah, Sebuah Jargon Pertanda Dangkalnya Ilmu Agama "