Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terkait Sebutan Aceh Serambi Pancasila, Santri Aceh : Prof Yudian Keliru Memahami Sebutan Serambi!

Suara Darussalam - Dalam sebuah acara kongres santri yg berlangsung di gedung serba guna GOS Aceh barat,pada tgl 14 November 2021 yang di hadiri KH Prof Yudian Wahyudi selaku kepala badan pembinaan ideologi Pancasila (BPIP) sempat menegaskan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dan memberikan jempol untuk Aceh,khususnya Aceh barat karena pembumian nila-nilai Pancasila di mulai dari Aceh atau daerah dengan sebutan "serambi Mekkah".

Beliau juga sempat mengatakan "Aceh di kenal dengan nama serambi Mekkah namun saat ini nama itu harus di tambah yaitu serambi Pancasila ".

Nah terkait hal ini, salah satu santri Aceh atas nama Tgk Ahmad Jalmadi dari Meulaboh mengoreksi pernyataan tersebut. 

Saya Al-Faqir Tgk Ahmad Jalmadi ingin meluruskan pernyataan KH. Prof Yudian Wahyudi :

Yang bahwa Aceh itu memang merupakan wilayah yang berada di bawah NKRI dan berazas pancasila sejak kemerdekaan 1945 jadi pernyataan pak Yudian nampak nya sedikit keliru dalam memahami kata " Serambi " kenapa Aceh di gelar sebagai serambi mekkah

Hal ini tidak terlepas dari sejarah panjang. Mayoritas masyarakat Aceh sudah memeluk agama Islam di era kerajaan Islam, Samudera Pasai, yang menguasai pesisir pantai utara wilayah Aceh pada abad ke-12.

Sejak saat itu, Islam terus berkembang di wilayah Aceh hingga masa Kerajaan Aceh Darussalam yang berkuasa pada awal abad ke-15 hingga awal abad ke-19.

Selama periode itu, Kerajaan Aceh menganut prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan pemerintahannya. Pada abad ke-15, Aceh mulai dikenal dengan sebutan "Serambi Mekkah".

Karantina haji di Pulau Rubiah

Waktu itu, masyarakat muslim dari Nusantara (Indonesia) yang akan melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, lebih dulu menjalani karantina di Aceh sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pulau Rubiah, Sabang.

Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh Darussalam menjadi kerajaan Islam yang terkuat di Asia Tenggara dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan saat itu.

Karakter Islam yang sudah mengakar itu kemudian menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Aceh hingga sekarang. Saat ini, Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat (hukum) Islam layaknya pelaksanaan hukum positif.

Dan dalam kamus besar bahasa Indonesia kata " serambi " beranda atau selasar yang agak panjang, bersambung dengan induk rumah (biasanya lebih rendah daripada induk rumah).

Nah, adapun Aceh bukan bersambung dengan Indonesia tapi memang satu kamar dari 34 kamar (provinsi) yang ada di Indonesia,berbeda dangan sebutan serambi Mekkah karena Aceh bukan bagaian dari Mekkah namun ada kemiripan atau kesinambungan adat budaya dan ajaran yang di anut maka Aceh di sebut serambi Mekkah.

Menurut saya KH Prof Yudian Wahyudi tidak perlu menambahkan kata " Aceh serambi Pancasila " karena Aceh dari dulu hingga saat ini masih berada dalam NKRI dan berazas pancasila (rilist)


Posting Komentar untuk "Terkait Sebutan Aceh Serambi Pancasila, Santri Aceh : Prof Yudian Keliru Memahami Sebutan Serambi! "