Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Ketiga Paling Banyak Disitasi, Berikut 10 Dosen Penyumbang Sitasi Terbanyak

SuaraDarussalam.id - UIN Ar-Raniry merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ketiga yang karya-karya ilmiah para dosennya paling banyak disitasi (dikutip) oleh para penulis dari berbagai belahan dunia di dalam karya-karya mereka. Sitasi para penulis ini berasal dari jurnal-jurnal yang telah terakreditasi SINTA di Jurnal Terakreditasi SINTA di Kemendikbud Ristek.

Berdasarkan keterangan di halaman Sinta Kemendikbud Ristek per 5 September 2023, posisi UIN Ar-Raniry dengan jumlah penulis sebanyak 673 orang  berada di urutan nomor tiga di bawah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan sebanyak 1042 penulis dan UIN Sumatera Utara dengan sebanyak 545 penulis.  

Lihat link berikut ini: https://sinta.kemdikbud.go.id/affiliations?q=universitas+islam+negeri

Setelah UIN Ar-Raniry di posisi ketiga, berturut-turut setelah itu UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan UIN Raden Fatah Lampung masing-masing di peringat ke empat dan lima.

Skor SINTA UIN Ar-Raniry dalam tiga tahun terakhir adalah sebanyak 49.990 dan skor SINTA secara keseluruhan adalah sebanyak 104.917. Sementara skor SINTA UIN Jakarta tiga tahun terakhir adalah 74.809 dan skor secara keseluruhan adalah 175.501. Sedangkan UIN Sumatera Utara memiliki skor 71.109 dalam tiga tahun terakhir dan jumlah skor secara keseluruhan adalah 127.296.



Dengan prestasi ini, siapa 10 dosen UIN Ar-Raniry yang paling banyak disitasi? Hasil penelusuran admin blog SuaraDarussalam.id, nama pertama yang bertenggar di posisi teratas adalah atas nama Prof Abdul Manan. Berikutnya yaitu atas nama Prof. Saiful Akmal, Dr Hafas Furqani, Prof. T. Zulfikar, Prof. Jarjani Usman, Muslem, Prof. Habiburrahim, Dr. Azharsyah, Dr. Khairul Amri dan Hasnul Arifin Melayu.  

Lihat selengkapnya di link berikut ini : https://sinta.kemdikbud.go.id/affiliations/authors/3519?page=1

Apa itu Jurnal SINTA?

Berdasarkan informasi di laman duniadosen.com, SINTA atau dikenal dengan jurnal Sinta merupakan kepanjangan dari Science and Technology Index. SINTA adalah sebuah laman atau portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek sehingga menyajikan daftar jurnal nasional terakreditasi. 

Sinta juga bisa diartikan sebagai sebuah database atau pusat data jurnal nasional terakreditasi. Sehingga, Sinta bisa dijadikan tujuan bagi pencari referensi berbentuk jurnal nasional dengan kualitas yang sudah diakui oleh Kemendikbud Ristek. 

Jurnal-jurnal yang masuk ke dalamnya kemudian menjadi jurnal yang layak untuk dijadikan referensi, dilakukan sitasi, dan sejenisnya. Lewat sifat inilah Sinta kemudian bisa menjadi media untuk menunjukan kekuatan publikasi ilmiah dari sebuah lembaga pendidikan atau perguruan tinggi. 

Apalagi, Sinta sudah terhubung langsung dengan Scopus dan Google Scholar yang menyajikan informasi reputasi jurnal secara internasional. Harapannya dengan fitur seperti ini bisa memudahkan siapa saja mendapatkan jurnal nasional berkualitas. 

 

Masih menurut laman duniadosen.com, SINTA dihadirkan sejak tahun 2017 oleh Kemenristek Dikti. Setelahnya, Kementerian selalu gencar melakukan sosialisasi agar para dosen membuat akun di dalamnya untuk mendapatkan ID SINTA. 

Kepemilikan ID SINTA memudahkan dosen untuk mengecek histori publikasi terhadap karya-karya tulisnya. Apalagi SINTA sudah dibuat terhubung langsung dengan Google Scholar dan juga akun di Scopus. 

Praktis, saat melakukan pencarian profil dosen atau mungkin hasil karyanya dalam bentuk jurnal. Maka seluruh histori publikasi dan terindeks di berbagai database akan muncul di SINTA. Hal ini memudahkan pencari referensi mendapatkan seluruh publikasi dosen tersebut. 

Apa Pentingnya Sitasi?

Menurut laman sin.fst.uin-alauddin.ac.id, Sitasi sangat penting dalam penulisan karya ilmiah, selain menghargai karya ilmiah orang lain sitasi juga bertujuan, sebagai berikut :

Menyampaikan kepada pembaca dari mana sumber kalimat, ide dan fakta yang dituangkan pada karya ilmiah kita;

 

Tidak semua referensi sesuai dengan ide penelitian yang di inginkan bisa saja penlitian yang dilakukan merupakan ide yang lebih baik, dengan melakukan sitasi memberikan perbandingan ide penelitian yang tuangkan dengan ide penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya;

 

Dengan melakukan sitasi dapat membantu menguatkan ide penelitian yang dilakukan

Sitasi memberikan gambaran kualitas karya ilmiah yang kita buat, sumber sumber yang relevan dan terbaru menunjukkan kualitas dan ide penelitian.

Posting Komentar untuk "UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Ketiga Paling Banyak Disitasi, Berikut 10 Dosen Penyumbang Sitasi Terbanyak"